Tuesday, February 5, 2008

EMAS....EMAS....EMAS.....

Dalam 3 bulan terakhir ini saya ikut beberapa milis, selain banyak informasi yang bisa kita ikutin ternyata banyak juga peminat atau pemerhati investasi khususnya emas atau dinar.

Dalam tulisan ini saya mencoba merangkum beberapa pertanyaan dan sekalian membahasnya, dengan harapan ada manfaatnya bagi yang membacanya.

Investasi dengan emas adalah termasuk investasi yang bersifat passive, dimana setelah kita membelinya, kita hanya menunggu dan bahkan melupakannya. Sekali-kali apabila kita mau tahu berapa nilai investasi kita, baru kita melihat atau mencari informasi berapa harga emas saat ini untuk dikalikan dengan jumlah emas yang kita punya.

Pada waktu kita belum sadar bahwa memiliki emas itu adalah baik sekali untuk menjaga kemerosotan daya beli dari harta kita, emas yang dibeli tentunya berupa perhiasan baik untuk dipakai sehari-hari maupun ada yang hanya akan dipakai apabila pergi ke pesta perkawinan atau acara tertentu lainnya. Dalam keadaan mendesak, ekonomi keluarga yang menurun drastis, untuk keperluan mendadak atau lainnya tidak sedikit yang harus menjual atau menggadaikan emas atau perhiasannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Nah pada saat itu baru diketahui bahwa walaupun harga emas naik terus, nilai perhiasan tersebut akan dinilai lebih rendah dari kewajaran harga emas, dikarenakan beberapa alasan ;

• Emas/perhiasan tersebut sudah cukup lama sehingga kelihatan agak kusam.
• Bentuk perhiasan sudah ketinggalan mode.
• Kadar emas yang rendah
• Terlalu banyak campuran karena patri dsb.
• Nilai tawar pemilik emas yang rendah karena toko emas mencari margin yang setinggi-tingginya.

Dengan factor-faktor tersebut diatas, jelas investasi hanya dengan membeli emas perhiasan menjadi kurang tepat.

Sekarang bagaimana dengan emas murni batangan ? sungguh sangat ideal apabila kita membiasakan diri melakukan investasi dengan membeli emas batangan. Biasanya ukuran emas murni batangan ukuran beratnya agak besar seperti 25gr, 50gr, 100gr dst. Namun untuk ukuran berat yang lebih ringan juga katanya sudah banyak dipasarkan. Masalahnya, apakah mental kita sudah biasa pergi ke toko emas hanya untuk membeli emas batangan seberat kurang dari 10gr ?

Bagaimana pula dengan masalah keamanan setelah kita keluar dari toko emas ? Hal ini juga perlu diperhatikan mengingat tingkat kejahatan yang cukup tinggi saat ini. Kalau memungkinkan, apabila sudah berlangganan dengan toko emas mintalah emas yang kita beli tersebut dikirim ke alamat kita, sehingga risiko pada waktu perjalanan dari toko emas ke rumah kita menjadi tanggung jawab toko emas.

Pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana penyimpanan yang paling aman bagi pelaku investasi dengan emas. Banyak diantara rekan-rekan milis yang mengusulkan untuk menyewa Safe Deposit Box (SDB) dari Bank. Kalau merasa hal itu yang terbaik ya sah sah saja dan itu akan menjadi sangat aman. Namun bagi saya apabila hanya untuk menyimpan emas yang tidak seberapa banyak kenapa gak disimpan dirumah saja. Bukankah ibu-ibu kita atau istri kita juga selama ini punya pehiasan yang cukup banyak di rumah tanpa risau bagaimana menyimpannya ? Saya kira tidak sedikit para ibu-ibu yang mempunyai perhiasan dalam segala bentuk yang kalau dijumlahkan tidak kurang dari 500gr (kebetulan kalau istri saya gak sebanyak itu perhiasannya). Alangkah repotnya kalau menyimpan perhiasan tersebut di SDB sehingga setiap ada resepsi atau perlu dipakai harus ambil di Bank dan menyimpannya kembali. Kebiasaan menyimpan barang berhaga di SDB sungguh baik, tapi akan lebih efisien apabila dipakai lebih maksimal seperti untuk menyimpan barang-barang berharga lainnya seperti Sertifikat tanah, saham, BPKB dsb sesuai dengan nilai yang disimpannya.

DINAR memberikan solusinya……………

Dinar bukan saja untuk investai akan tetapi juga sebagai alat menabung …. Kenapa ? Dengan ukuran berat yang relatip kecil yaitu 4,25gram membuat lebih banyak masyarakat yang mampu membelinya. Dengan demikian, walaupun hanya mampu membeli dinar satu keping per bulan, saya sangat mendukungnya. Bukankah dengan menyimpan 1 atau 2 keping dinar dia juga sudah melakukan investasi ?

Sederet pertanyaan telah menunggu seperti dimana saja kita bisa membeli dinar, apa bisa diantar ke tempat pembeli, kemana saja kita bisa menjual kembali dinar tersebut, apa bisa ke toko emas biasa atau harus ke Gerai Dinar saja, bagaimana liquiditasnya dsb…dsb.

Dinar emas sudah bisa didapat dari penjual lain. Namun menurut kajian Gerai Dinar, hanya dinar yang dijual oleh Gerai Dinar sajalah yang sesuai dengan dinar pada waktu agama Islam berkembang, yaitu dengan berat 4,25 gram dan kadar emasnya 91,7 %. Selain bisa dipesan langsung ke Gerai Dinar di Kelapa Dua Depok, dinar dapat juga dibeli melalui Mitra Gerai Dinar dengan harga yang sama. Peran Mitra Gerai Dinar dapat mengantarkan pesanan dinar dalam jumlah yang lebih sedikit dibanding langsung ke Gerai Dinar yang hanya bisa mengirim dinar minimal 15 keping. Untuk daerah Jakarta Pusat, Timur dan Utara, kami dari Mitra Gerai Dinar yang beralamat di Jakarta Timur dapat menerima dan mengirim pesanan dinar dalam jumlah yang lebih sedikit. Hal ini juga menjadi solusi bagi peminat emas yang sampai mengajak untuk beramai-ramai secara bersama-sama pergi ke PP Logam Mulia di Pulogadung demi keamanan di perjalanan.

Bagaimana kalau kita akan menjual kembali dinar kita ? Seperti halnya toko emas biasa, sebesar apapun toko emas tersebut saya kira tidak ada yang memberikan garansi akan membeli kembali semua emas yang telah dijualnya. Begitu juga dengan Gerai Dinar. Dia tidak akan mampu membeli kembali semua dinar yang telah dijualnya. Cara yang dipakai adalah dengan memanfaatkan jaringan sesama pemakai dinar untuk dapat menyerap dinar yang akan dijual. Bagi para pemakai dinar tentunya yang paling mudah adalah menghubungi pihak dari mana membeli dinarnya. Adapun harga beli dinar akan diketahui secara transparan dan yang berlaku pada waktu transaksi. Disini tidak ada tawar menawar sepeti layaknya toko emas biasa. Dalam hal inilah masalah liquiditas tidak akan menjadi problem karena dinar memang lebih liquid dan flexible. Dengan ukuran berat yang hanya 4,25gr tentu akan sangat lebih mudah menjual kembali dinar kita apabila kita perlu sejumlah uang. Sebagai contoh kalau kita punya emas batangan 50gram tapi perlu dana Rp. 10 juta, maka kalau kita punya dinar kita hanya perlu menjual 8-9 keping dinar saja, dan itu jauh akan lebih mudah dibanding dengan mencari pembeli untuk 50gram emas batangan kita.

Nah, demi kemakmuran kita bersama, sudah saatnya kita kembali ke emas atau dinar dalam mengelola harta kita agar tidak jatuh daya belinya.

Wassalam….

1 Comments:

At February 5, 2008 5:43 PM , Blogger Reza Mahardhika said...

Assalammualaikum Wr. Wb,

Saya adalah pemula untuk urusan investasi, dan saya juga turut memperhatikan kenaikan harga Dinar dari bulan kebulan. Alhamdulillah hasilnya luar biasa. Bulan Desember saya beli Rp. 950ribu dan sekarang sudah lebih dari Rp 1.150.000.- (2 Bulan saja) semoga saja kedeannya lebih baik lagi. Amin


dalam kesempatan ini saya mohon advice Bapak, mana yang lebih baik untuk saya ketika investasi dinar ini dihadapkan oleh produk lain seperti reksana saham. Mohon pencerahan Bapak. Terima kasih.

Salam,
Reza

 

Post a Comment

<< Home