Monday, March 23, 2009

PERKEMBANGAN HARGA DINAR

Tidak terasa, sudah satu tahun lebih SUNARDI MITRA GERAI DINAR beroperasi membantu Gerai Dinar dalam mensosialisasikan Dinar ke masyarakat. Saya teringat akhir tahun 2007 prediksi Pak Iqbal sebagai pemilik dan Pengelola Gerai Dinar berdasarkan statistiknya, harga dinar akan sampai ke angka Rp. 1,4 juta per dinar. Waktu itu harga dinar masih berkisar antara Rp. 850,000 s/d Rp. 1 juta.

Hari ini harga jual dinar pada saat tulisan ini dibuat ( 23 Maret 2009)sebesar Rp. 1,537,210 Sungguh, prediksi Pak Iqbal pada waktu itu benar-benar kejadian. Untuk lebih memudahkan para peminat dinar mengetahui harga dinar secara up to date, blog ini sekarang dilengkapi dengan Index Harga Dinar, Grafik harga dinar secara harian, bulanan, tahunan dan sepuluh tahunan yang secara on line terhubung dengan Gerai Dinar.

Berdasarkan grafik tersebut, sesuai dengan penjelasan Pak Iqbal, bahwa berinvestasi dengar dinar atau emas memang sebaiknya untuk jangka panjang, minimal dalam waktu satu tahun. Sampai saat ini dibanding dengan harga dinar setahun yang lalu telah naik 52 %, sedangkan bila dibandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu Dinar sudah naik menjadi +/- 400 %.

Terbukti bahwa Dinar Emas merupakan instrumen Investasi dan Proteksi yang menguntungkan da menyelamatkan nilai asset kita semua.............

Friday, December 5, 2008

Libur Iedul Adha

Kami keluarga besar GeraiDinar mengucapkan selamat Iedul Adha, semoga puasa arafah dan Qurban kita diterima olehNya dan menjadi pemberat catatan amal ibadah kita di akhirat kelak.

Sehubungan dengan Iedul Adha ini, kami libur pada hari Senin 08 Desember 2008 dan buka kembali pada hari Selasa 09 Desember 2008.

Wassalam,

Management GeraiDinar

Friday, July 25, 2008

SAATNYA KINI BERINVESTASI DENGAN DINAR / EMAS

MENGAPA………???

• Nilai DINAR selalu stabil, dan tak mengenal “inflasi” yang telah teruji dibanding dengan uang kertas dari Negara manapun baik secara statistic maupun perspektif sejarah.

• Harga DINAR selalu mengikuti perkembangan harga emas international dan transparan. Yang pasti saat ini lagi turun drastis.

• Investasi yang baik dan menguntungkan dibanding dengan dengan instrument lainnya baik dalam Rupiah maupun Dollar termasuk menghilangkan unsur ‘RIBA’ bagi yang harus menghindarinya.

• Unit satuannya yang relatip kecil sehingga karakteristiknya menjadi sangat flexible dan liquid terjangkau oleh masyarakat untuk dipakai sebagai alat investasi.

• DINAR yang dipasarkan berupa koin dari emas dengan kadar 91,7 % (22 karat) dan berat 4,25 gram, diproduksi dan bersertifikat dari/oleh PP Logam Mulia, unit bisnis P.T. Aneka Tambang Tbk

• Kadar emasnya terpercaya karena diuji dan disertifikasi sesuai ISO Guide 17025 yang dikeluarkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan sertifikasi LBMA (London Bullion Market Association).

• Sertifikat keaslian dari P.T. Aneka Tambang Tbk selalu menyertai untuk setiap keping DINAR.

• Pemesanan minimal 20 keping DINAR bisa diantar kealamat pembeli khususnya untuk daerah Jakarta Pusat & Timur.

Wednesday, July 16, 2008

DINAR EMAS...ATAU INVESTASI DENGAN INSTRUMEN LAIN ???

Menurut para pakar, urutan jenis investasi dari yang mulai paling baik adalah sbb ;

1. Melakukan bisnis riil
2. Membeli emas atau dinar
3. Membeli saham / reksadana
4. Menyimpan Deposito atau menabung.

Mari kita telusuri masing-masing kelebihan dan kekurangan dari jenis pilihan investasi tsb sebagai berikut ;

1. Melakukan bisnis riil, jelas ini adalah paling baik, karena 9 dari 10 pintu rizki yang disediakan oleh Allah SWT adalah melakukan perdagangan, yaitu jual beli.

Namun, seperti yang kita ketahui, melakukan bisnis riil atau perdagangan ini tidak mudah. Ada yang mengatakan, yang sudah jadi konglomerat saja banyak yang jatuh bangkrut, apalagi kalau yang bermodal cekak. Ini memang memerlukan kesiapan mental yang kuat dan biasanya yang tumbuh adalah yang memulai dari bawah dengan modal minimal.

Kalau rugi pilihannya ada dua, tutup usaha atau nambah modal, benahi system, tingkatkan promosi dsb dsb.

Kalau untung, tidak cukup asal jalan saja, buka cabang, promosi dsb. Semuanya memerlukan focus dan control yang terus menerus.

2. Membeli Dinar Emas. Kalau modal cukup besar, maka bisa membeli dinarnya juga cukup banyak dan bisa diperjualbelikan. Kalau dinar gak laku, dinarnya tetap milik kita dan kelebihannya adalah harga dinar selalu stabil karena mengikuti harga emas international, sehingga dinar tidak mengenal inflasi. Tidak perlu focus dan control yang berlebihan, cukup dengan menyimpannya saja yang baik, tidak lupa tapi aman.


3. Membeli Saham atau Reksadana.
Kalau harga sedang turun, pilihannya ada 3, berdoa agar harga saham naik, tambah modal dengan membeli saham lagi karena kebetulan harga lagi turun atau ambil saja dan dapatkan uang kita dengan harga saham yang sedang turun tsb. Kontrol ? pada Reksadana tidak banyak yang bisa control, kita serahkan saja semuanya kepada manajer investasi kita. Kekurangannya, apa yang kita investasikan adalah uang rupiah yang masih rentan atas risiko inflasi sehingga bisa kehilangan atau turun nilai daya belinya

4. Deposito atau menabung, pada saat ini sangat tidak menguntungkan dengan suku bunga yang sangat rendah. Ditambah lagi dengaqn unsur riba yang melekat didalamnya, bagi kaum muslim/muslimat adalah haram hukumnya.

Nah… dengan sedikit penjelasan diatas, tentu para pembaca sudah bisa menduga investasi mana yang paling baik.

Wallouhu’alam

Monday, June 16, 2008

DINAR semakin lama disimpan, semakin sulit untuk dilepas

Bagaimana tidak …??? Pengalaman saya membuktikan bahwa ketika orang mulai menjual DINARnya, selalu tak jadi, karena akan terbit rasa sayangnya. Kalau harganya lagi turun, maka calon penjual akan berkata : “ yaahh lagi turun ya, kalau gitu saya tunggu saja barangkali minggu depan harganya lebih tinggi”.

Lalu apa yang terjadi kalau ketika berniat mau menjual ternyata harganya sedang tinggi ? Dia pun akan berkata : “ Wah lagi tinggi yaah, kebetulan saya belum perlu banget, jadi lebih baik disimpan saja dulu .“

Lalu saya merenung dan akhirnya membuat kesimpulan sendiri, betapa DINAR ini kalau sudah kita miliki, tak mudah kita akan melepasnya. Dan memang anjuran saya dan juga Gerai Dinar, selama kita belum perlu banget untuk menutup keperluan kita, kita tidak perlu sampai harus melepas DINAR.

Bagaimana kalau kita menyimpan uang kita berupa tabungan atau deosito ?? tak pelak lagi apabila sedikit saja tergoda oleh sesuatu yang belum tentu sangat diperlukan, maka dengan mudah uang kita akan keluar baik melalui mesin ATM ataupun dengan kartu kredit yang kita miliki.

Lalu kapan kita akan melepas DINAR kita ?? Sudah saya katakan kalau belum perlu banget, kita tidak perlu melepasnya. Saat yang tepat yang mungkin kita rasakan adalah apabila kita mau mendaftarkan anak kita kesekolah yang jenjangnya lebih tinggi sehingga perlu dana yang cukup besar. Begitu pula apabila apabila mau menikah dapat memanfaatkan DINAR kita sebagai mahar.

Dalam beberapa kesempatan, saya menemukan dari beberapa millis, dimana sudah semakin banyak orang yang mau berinvestasi dengan emas namun untuk membeli emas batangan dengan ukuran kecil yang tentunya sesuai dengan kantong para peminat investasi tersebut, ternyata tidak mudah untuk membelinya langsung di P.T ANTAM Tbk. karena stoknya yang terbatas. Pertanyaan saya kenapa tidak membeli DINAR saja?

DINAR, dengan ukuran koin seberat 4,25 gram dan terbuat dari emas dengan kadar 91,7 % bersertifkat dari ANTAM dan harga yang mengikuti harga international sungguh akan sangat membantu karena sifatnya yang sangat liquid dan flexible.

SUNARDI’S GERAI dapat menyediakan DINAR sebanyak yang anda perlukan dengan harga yang sama seperti dari Gerai Dinar. Pembelian diatas 5 keping dengan radius 10 Km Dinar dapat kami antar. Untuk keperluan itu anda dapat menghubungi kami di ;

Jl. Majalah B.22 Komplek Griya Wartawan (PWI)
Kebon Nanas, Cipinang Muara, Jakarta Timur
Ph. 021.85910911, 021.8195979,
08568738555 & 08159991991