Friday, July 25, 2008

SAATNYA KINI BERINVESTASI DENGAN DINAR / EMAS

MENGAPA………???

• Nilai DINAR selalu stabil, dan tak mengenal “inflasi” yang telah teruji dibanding dengan uang kertas dari Negara manapun baik secara statistic maupun perspektif sejarah.

• Harga DINAR selalu mengikuti perkembangan harga emas international dan transparan. Yang pasti saat ini lagi turun drastis.

• Investasi yang baik dan menguntungkan dibanding dengan dengan instrument lainnya baik dalam Rupiah maupun Dollar termasuk menghilangkan unsur ‘RIBA’ bagi yang harus menghindarinya.

• Unit satuannya yang relatip kecil sehingga karakteristiknya menjadi sangat flexible dan liquid terjangkau oleh masyarakat untuk dipakai sebagai alat investasi.

• DINAR yang dipasarkan berupa koin dari emas dengan kadar 91,7 % (22 karat) dan berat 4,25 gram, diproduksi dan bersertifikat dari/oleh PP Logam Mulia, unit bisnis P.T. Aneka Tambang Tbk

• Kadar emasnya terpercaya karena diuji dan disertifikasi sesuai ISO Guide 17025 yang dikeluarkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan sertifikasi LBMA (London Bullion Market Association).

• Sertifikat keaslian dari P.T. Aneka Tambang Tbk selalu menyertai untuk setiap keping DINAR.

• Pemesanan minimal 10 keping DINAR bisa diantar kealamat pembeli khususnya untuk daerah Jakarta Pusat & Timur.

Wednesday, July 16, 2008

DINAR EMAS...ATAU INVESTASI DENGAN INSTRUMEN LAIN ???

Menurut para pakar, urutan jenis investasi dari yang mulai paling baik adalah sbb ;

1. Melakukan bisnis riil
2. Membeli emas atau dinar
3. Membeli saham / reksadana
4. Menyimpan Deposito atau menabung.

Mari kita telusuri masing-masing kelebihan dan kekurangan dari jenis pilihan investasi tsb sebagai berikut ;

1. Melakukan bisnis riil, jelas ini adalah paling baik, karena 9 dari 10 pintu rizki yang disediakan oleh Allah SWT adalah melakukan perdagangan, yaitu jual beli.

Namun, seperti yang kita ketahui, melakukan bisnis riil atau perdagangan ini tidak mudah. Ada yang mengatakan, yang sudah jadi konglomerat saja banyak yang jatuh bangkrut, apalagi kalau yang bermodal cekak. Ini memang memerlukan kesiapan mental yang kuat dan biasanya yang tumbuh adalah yang memulai dari bawah dengan modal minimal.

Kalau rugi pilihannya ada dua, tutup usaha atau nambah modal, benahi system, tingkatkan promosi dsb dsb.

Kalau untung, tidak cukup asal jalan saja, buka cabang, promosi dsb. Semuanya memerlukan focus dan control yang terus menerus.

2. Membeli Dinar Emas. Kalau modal cukup besar, maka bisa membeli dinarnya juga cukup banyak dan bisa diperjualbelikan. Kalau dinar gak laku, dinarnya tetap milik kita dan kelebihannya adalah harga dinar selalu stabil karena mengikuti harga emas international, sehingga dinar tidak mengenal inflasi. Tidak perlu focus dan control yang berlebihan, cukup dengan menyimpannya saja yang baik, tidak lupa tapi aman.


3. Membeli Saham atau Reksadana.
Kalau harga sedang turun, pilihannya ada 3, berdoa agar harga saham naik, tambah modal dengan membeli saham lagi karena kebetulan harga lagi turun atau ambil saja dan dapatkan uang kita dengan harga saham yang sedang turun tsb. Kontrol ? pada Reksadana tidak banyak yang bisa control, kita serahkan saja semuanya kepada manajer investasi kita. Kekurangannya, apa yang kita investasikan adalah uang rupiah yang masih rentan atas risiko inflasi sehingga bisa kehilangan atau turun nilai daya belinya

4. Deposito atau menabung, pada saat ini sangat tidak menguntungkan dengan suku bunga yang sangat rendah. Ditambah lagi dengaqn unsur riba yang melekat didalamnya, bagi kaum muslim/muslimat adalah haram hukumnya.

Nah… dengan sedikit penjelasan diatas, tentu para pembaca sudah bisa menduga investasi mana yang paling baik.

Wallouhu’alam

Monday, June 16, 2008

DINAR semakin lama disimpan, semakin sulit untuk dilepas

Bagaimana tidak …??? Pengalaman saya membuktikan bahwa ketika orang mulai menjual DINARnya, selalu tak jadi, karena akan terbit rasa sayangnya. Kalau harganya lagi turun, maka calon penjual akan berkata : “ yaahh lagi turun ya, kalau gitu saya tunggu saja barangkali minggu depan harganya lebih tinggi”.

Lalu apa yang terjadi kalau ketika berniat mau menjual ternyata harganya sedang tinggi ? Dia pun akan berkata : “ Wah lagi tinggi yaah, kebetulan saya belum perlu banget, jadi lebih baik disimpan saja dulu .“

Lalu saya merenung dan akhirnya membuat kesimpulan sendiri, betapa DINAR ini kalau sudah kita miliki, tak mudah kita akan melepasnya. Dan memang anjuran saya dan juga Gerai Dinar, selama kita belum perlu banget untuk menutup keperluan kita, kita tidak perlu sampai harus melepas DINAR.

Bagaimana kalau kita menyimpan uang kita berupa tabungan atau deosito ?? tak pelak lagi apabila sedikit saja tergoda oleh sesuatu yang belum tentu sangat diperlukan, maka dengan mudah uang kita akan keluar baik melalui mesin ATM ataupun dengan kartu kredit yang kita miliki.

Lalu kapan kita akan melepas DINAR kita ?? Sudah saya katakan kalau belum perlu banget, kita tidak perlu melepasnya. Saat yang tepat yang mungkin kita rasakan adalah apabila kita mau mendaftarkan anak kita kesekolah yang jenjangnya lebih tinggi sehingga perlu dana yang cukup besar. Begitu pula apabila apabila mau menikah dapat memanfaatkan DINAR kita sebagai mahar.

Dalam beberapa kesempatan, saya menemukan dari beberapa millis, dimana sudah semakin banyak orang yang mau berinvestasi dengan emas namun untuk membeli emas batangan dengan ukuran kecil yang tentunya sesuai dengan kantong para peminat investasi tersebut, ternyata tidak mudah untuk membelinya langsung di P.T ANTAM Tbk. karena stoknya yang terbatas. Pertanyaan saya kenapa tidak membeli DINAR saja?

DINAR, dengan ukuran koin seberat 4,25 gram dan terbuat dari emas dengan kadar 91,7 % bersertifkat dari ANTAM dan harga yang mengikuti harga international sungguh akan sangat membantu karena sifatnya yang sangat liquid dan flexible.

SUNARDI’S GERAI dapat menyediakan DINAR sebanyak yang anda perlukan dengan harga yang sama seperti dari Gerai Dinar. Pembelian diatas 5 keping dengan radius 10 Km Dinar dapat kami antar. Untuk keperluan itu anda dapat menghubungi kami di ;

Jl. Majalah B.22 Komplek Griya Wartawan (PWI)
Kebon Nanas, Cipinang Muara, Jakarta Timur
Ph. 021.85910911, 021.8195979,
08568738555 & 08159991991

Tuesday, March 4, 2008

KEHARUSAN MENJAGA HARTA KEKAYAAN

Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya, maka ia mati syahid” (HR.Bukhari dan Muslim).

Bagaimana hubungannya hadits tersebut dengan cara kita menjaga harta kekayaan kita ? Disini saya ingin mencoba menyampaikan kepada kita semua bagaimana seharusnya kita berbuat agar kita dapat mempertahankan harta kita.

Selain hadits tersebut diatas, ada hadits lain yang cukup panjang dari HR.Bukhari dan Muslim, dimana intinya adalah adanya keharusan kita menjaga jiwa, kehormatan dan harta kita sehingga menjadi haram bagi muslim yang satu apabila mengambil satu apalagi kalau ketiganya, milik muslim lainnya.

Dari sejak dulu dan juga mungkin tanpa terasa sampai sekarang, focus kita dalam menjaga harta kita selalu dalam context fisik seperti menjaga agar tidak terbakar, dirampok, dijarah atau diambil secara ditipu oleh orang lain. Banyak dari kita yang tidak merasakan bahwa sebenarnya dengan system moneter yang ada sekarang, harta kita dijarah, dirampok atau dihancurkan nilainya dalam sekejap. Penjarahan nilai ini dapat dilakukan oleh segelintir orang yang memang punya akses terhadap hal itu atau secara tidak langsung oleh negara lain terhadap harta milik negara kita tercinta ini.Perlu diingat bahwa kerugian akibat penjarahan nilai harta kita ini jumlahnya sangat besar sekali, apalagi kalau dihitung secara nasional, sehingga sudah sepantasnya kita harus menjaganya dengan segala kemampuan kita.

Bagaimana tidak dengan tergerusnya nilai Rupiah, maka segelintir orang tersebut dapat membeli harta kita dengan murah karena mereka mempergunakan mata uang asing. Belum terlalu lama dalam ingatan kita sekitar 9-10 tahun lalu tepatnya sekitar 1997 – 1998, dimana nilai uang kita mengalami penurunan yang sangat tajam bila dibanding dengan mata uang asing seperti US dollar. Nilai tukar pada waktu itu yang asalnya Rp. 2,400,- per USD terpuruk menjadi sekitar Rp. 17,000 per USD.

Jadi harus bagaimana kita menjaga nilai harta kita ? Tanpa harus melawan hukum atau aturan yang telah ditentukan oleh Pemerintah kita, kita bisa menjaga nilai harta kita agar tetap stabil dan cukup. Dengan emas atau dinar yang dipakai sebagai alat untuk bermuamalah dan penyimpan nilai seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, kita bisa menjaga nilai harta kita dengan aman dan tanpa melanggar aturan yang ada di negeri kita sendiri.

Emas atau Dinar memang belum bisa dipakai sebagai alat tukar, karena kita masih tetap harus memakai Rupiah atau mata uamg resmi lainnya sesuai dengan peraturan dan hukum Negara kita. Namun untuk dua fungsi lainnya seperti menjaga nilai (store of value) dan bermuamalah lainnya seperti pinjam meminjam, bayar zakat, infak dsb dinar sungguh sudah terbukti unggul dan nilainya selalu stabil, cukup dan adil.

Saya teringat ketika saya memperkenalkan Dinar kepada sekelompok pengusaha muda (pedagang) ketika menghadiri sebuah pertemuan keluarga. Diantara mereka ada yang bertanya, apalagi kegunaan Dinar ini selain untuk menjaga nilai yang diartikan dengan investasi bagi mereka yang sesama pedagang. Saya contohkan, bahwa sudah lazim diantara para pedagang ada yang suka pinjam meminjam uang atau bantuan lainnya kepada pedagang lainnya agar usahanya terus dapat berjalan. Disinilah Dinar berperan. Saya usulkan agar kalau ada yang pinjam uang untuk modal atau untuk alasan lainnya, sebaiknya pinjamkan dia dengan Dinar. Sebagai contoh, kalau pinjam Rp 25 juta, beri pinjam saja 20 keping dinar yang apabila dijual saat ini akan mencapai kurang lebih Rp. 25 juta dan dia harus mengembalikan pinjaman tersebut dengan 20 keping Dinar lagi. Disini fungsi Dinar betul-betul telah menjadi alat yang sangat adil. Pahala bagi yang meminjamkannya karena bisa menolong sesama tanpa harus mengambil bunga (riba). Pengembalian pinjaman yang sama tidak akan dirasakan rugi karena nilai yang dipinjamkannya akan selalu cukup dan sebanding. Sedangkan bagi yang meminjam, selain dia sudah tertolong, dia juga hanya mengembalikan apa yang dia terima.

Bermuamalah seperti itu ditunjang oleh Hadits HR Bukhari dan Ahmad sbb “ Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, garam dengan garam, sama banyak dan sama-sama diserahkan dari tangan ke tangan. Barang siapa yang menambahkan atau meminta tambahan sungguh ia telah berbuat Riba, penerima dan pemberi sama”

Nah… kembali kepada menjaga harta kita. Kalau menjaga harta kita secara fisik saja kita dijanjikan pahala syahid, tentu menjaga harta kita dari kehancuran nilai dimana risikonya jauh lebih tinggi, insyaallah akan mendapatkan pahala yang minimal sama dari Allah SWT yang ditanganNYA kita menyerahkan hidup mati kita seperti yang kita biasa lafadzkan pada waktu sholat dalam membaca doa ‘iftitah’.

Dalam rangka kampanye penggunaan Dinar ini semoga kita juga tidak menjadi budak Dinar dan Dirham seperti yang disampaikan dalam sebuah hadits dari HR Bukhari “ Celakalah hamba Dinar dan hamba Dirham”. Saya yakin, tentunya hadits ini bukan ditujukan kepada yang memperjuangkan pemakaian Dinar dan Dirham sebagai alat untuk bermuamalah. Hadits tersebut jelas hanya untuk orang-orang yang telah menjadi budak dan mempertuhankan hartanya baik harta tersebut berupa uang Rupiah, US Dollar ataupun harta-harta lainnya. Naudzubillah….

Wassalam,

Tuesday, February 5, 2008

EMAS....EMAS....EMAS.....

Dalam 3 bulan terakhir ini saya ikut beberapa milis, selain banyak informasi yang bisa kita ikutin ternyata banyak juga peminat atau pemerhati investasi khususnya emas atau dinar.

Dalam tulisan ini saya mencoba merangkum beberapa pertanyaan dan sekalian membahasnya, dengan harapan ada manfaatnya bagi yang membacanya.

Investasi dengan emas adalah termasuk investasi yang bersifat passive, dimana setelah kita membelinya, kita hanya menunggu dan bahkan melupakannya. Sekali-kali apabila kita mau tahu berapa nilai investasi kita, baru kita melihat atau mencari informasi berapa harga emas saat ini untuk dikalikan dengan jumlah emas yang kita punya.

Pada waktu kita belum sadar bahwa memiliki emas itu adalah baik sekali untuk menjaga kemerosotan daya beli dari harta kita, emas yang dibeli tentunya berupa perhiasan baik untuk dipakai sehari-hari maupun ada yang hanya akan dipakai apabila pergi ke pesta perkawinan atau acara tertentu lainnya. Dalam keadaan mendesak, ekonomi keluarga yang menurun drastis, untuk keperluan mendadak atau lainnya tidak sedikit yang harus menjual atau menggadaikan emas atau perhiasannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Nah pada saat itu baru diketahui bahwa walaupun harga emas naik terus, nilai perhiasan tersebut akan dinilai lebih rendah dari kewajaran harga emas, dikarenakan beberapa alasan ;

• Emas/perhiasan tersebut sudah cukup lama sehingga kelihatan agak kusam.
• Bentuk perhiasan sudah ketinggalan mode.
• Kadar emas yang rendah
• Terlalu banyak campuran karena patri dsb.
• Nilai tawar pemilik emas yang rendah karena toko emas mencari margin yang setinggi-tingginya.

Dengan factor-faktor tersebut diatas, jelas investasi hanya dengan membeli emas perhiasan menjadi kurang tepat.

Sekarang bagaimana dengan emas murni batangan ? sungguh sangat ideal apabila kita membiasakan diri melakukan investasi dengan membeli emas batangan. Biasanya ukuran emas murni batangan ukuran beratnya agak besar seperti 25gr, 50gr, 100gr dst. Namun untuk ukuran berat yang lebih ringan juga katanya sudah banyak dipasarkan. Masalahnya, apakah mental kita sudah biasa pergi ke toko emas hanya untuk membeli emas batangan seberat kurang dari 10gr ?

Bagaimana pula dengan masalah keamanan setelah kita keluar dari toko emas ? Hal ini juga perlu diperhatikan mengingat tingkat kejahatan yang cukup tinggi saat ini. Kalau memungkinkan, apabila sudah berlangganan dengan toko emas mintalah emas yang kita beli tersebut dikirim ke alamat kita, sehingga risiko pada waktu perjalanan dari toko emas ke rumah kita menjadi tanggung jawab toko emas.

Pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana penyimpanan yang paling aman bagi pelaku investasi dengan emas. Banyak diantara rekan-rekan milis yang mengusulkan untuk menyewa Safe Deposit Box (SDB) dari Bank. Kalau merasa hal itu yang terbaik ya sah sah saja dan itu akan menjadi sangat aman. Namun bagi saya apabila hanya untuk menyimpan emas yang tidak seberapa banyak kenapa gak disimpan dirumah saja. Bukankah ibu-ibu kita atau istri kita juga selama ini punya pehiasan yang cukup banyak di rumah tanpa risau bagaimana menyimpannya ? Saya kira tidak sedikit para ibu-ibu yang mempunyai perhiasan dalam segala bentuk yang kalau dijumlahkan tidak kurang dari 500gr (kebetulan kalau istri saya gak sebanyak itu perhiasannya). Alangkah repotnya kalau menyimpan perhiasan tersebut di SDB sehingga setiap ada resepsi atau perlu dipakai harus ambil di Bank dan menyimpannya kembali. Kebiasaan menyimpan barang berhaga di SDB sungguh baik, tapi akan lebih efisien apabila dipakai lebih maksimal seperti untuk menyimpan barang-barang berharga lainnya seperti Sertifikat tanah, saham, BPKB dsb sesuai dengan nilai yang disimpannya.

DINAR memberikan solusinya……………

Dinar bukan saja untuk investai akan tetapi juga sebagai alat menabung …. Kenapa ? Dengan ukuran berat yang relatip kecil yaitu 4,25gram membuat lebih banyak masyarakat yang mampu membelinya. Dengan demikian, walaupun hanya mampu membeli dinar satu keping per bulan, saya sangat mendukungnya. Bukankah dengan menyimpan 1 atau 2 keping dinar dia juga sudah melakukan investasi ?

Sederet pertanyaan telah menunggu seperti dimana saja kita bisa membeli dinar, apa bisa diantar ke tempat pembeli, kemana saja kita bisa menjual kembali dinar tersebut, apa bisa ke toko emas biasa atau harus ke Gerai Dinar saja, bagaimana liquiditasnya dsb…dsb.

Dinar emas sudah bisa didapat dari penjual lain. Namun menurut kajian Gerai Dinar, hanya dinar yang dijual oleh Gerai Dinar sajalah yang sesuai dengan dinar pada waktu agama Islam berkembang, yaitu dengan berat 4,25 gram dan kadar emasnya 91,7 %. Selain bisa dipesan langsung ke Gerai Dinar di Kelapa Dua Depok, dinar dapat juga dibeli melalui Mitra Gerai Dinar dengan harga yang sama. Peran Mitra Gerai Dinar dapat mengantarkan pesanan dinar dalam jumlah yang lebih sedikit dibanding langsung ke Gerai Dinar yang hanya bisa mengirim dinar minimal 15 keping. Untuk daerah Jakarta Pusat, Timur dan Utara, kami dari Mitra Gerai Dinar yang beralamat di Jakarta Timur dapat menerima dan mengirim pesanan dinar dalam jumlah yang lebih sedikit. Hal ini juga menjadi solusi bagi peminat emas yang sampai mengajak untuk beramai-ramai secara bersama-sama pergi ke PP Logam Mulia di Pulogadung demi keamanan di perjalanan.

Bagaimana kalau kita akan menjual kembali dinar kita ? Seperti halnya toko emas biasa, sebesar apapun toko emas tersebut saya kira tidak ada yang memberikan garansi akan membeli kembali semua emas yang telah dijualnya. Begitu juga dengan Gerai Dinar. Dia tidak akan mampu membeli kembali semua dinar yang telah dijualnya. Cara yang dipakai adalah dengan memanfaatkan jaringan sesama pemakai dinar untuk dapat menyerap dinar yang akan dijual. Bagi para pemakai dinar tentunya yang paling mudah adalah menghubungi pihak dari mana membeli dinarnya. Adapun harga beli dinar akan diketahui secara transparan dan yang berlaku pada waktu transaksi. Disini tidak ada tawar menawar sepeti layaknya toko emas biasa. Dalam hal inilah masalah liquiditas tidak akan menjadi problem karena dinar memang lebih liquid dan flexible. Dengan ukuran berat yang hanya 4,25gr tentu akan sangat lebih mudah menjual kembali dinar kita apabila kita perlu sejumlah uang. Sebagai contoh kalau kita punya emas batangan 50gram tapi perlu dana Rp. 10 juta, maka kalau kita punya dinar kita hanya perlu menjual 8-9 keping dinar saja, dan itu jauh akan lebih mudah dibanding dengan mencari pembeli untuk 50gram emas batangan kita.

Nah, demi kemakmuran kita bersama, sudah saatnya kita kembali ke emas atau dinar dalam mengelola harta kita agar tidak jatuh daya belinya.

Wassalam….